Industri Otomotif Indonesia Diprediksi Tumbuh 7,5 Persen


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Frost & Sullivan memprediksi industri otomotif Indonesia di tahun 2013 tumbuh 7,5 persen atau mencapai 1,2 juta unit.Vivek Vaidya, Vice President, Automotive & Transportation Practice - Asia Pacific, Frost & Sullivan mengungkapkan pertumbuhan tersebut akan didukung oleh stabilnya pertumbuhan ekonomi domestik, lancarnya aliran investasi, maraknya pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya kapasitas produksi industri otomotif.


Meskipun demikian, pertumbuhan tersebut diperkirakan akan dibatasi oleh sejumlah peraturan yang akan diterapkan pemerintah. "Permintaan terhadap segmen mobil penumpang di Indonesia diperkirakan naik 7,6 persen y-o-y menjadi  840.000 unit di tahun 2013 dari 780.500 unit di tahun 2012," katanya dalam rilis tertulisnya.


Menurut Vaidya, pertumbuhan juga akan didorong oleh penjualan dari segmen-segmen seperti MPV, SUV dan kompak. Disamping itu, akan semakin banyak model mobil yang mengadopsi konsep terjangkau dan ramah lingkungan (low cost and green) diperkenalkan ke pasar nasional setelah adanya pengumuman resmi mengenai regulasi Low Cost Green Car (LCGC). Model-model tersebut tidak hanya terbatas pada mobil kecil, tetapi juga hybrid serta mobil-mobil yang berbahan bakar gas (CNG).


 “Proyeksi pertumbuhan ini juga sangat bergantung pada penerapan Program Low Emission Carbon (LEC) – LCGC. Program ini akan menjadi game changer industri otomotif Indonesia dan mendorong penjualan mobil serta tingkat ekspor Indonesia karena segmen mobil LCGC akan menjembatani pasar motor dan mobil berkat kisaran harga yang terjangkau. Program LEC – LCGC akan mengubah posisi Indonesia di peta industri otomotif global,” jelasnya.


Pemberlakuan Program LEC - LCGC akan menciptakan peluang untuk mengejar Thailand seiring dengan terbukanya pasar baru yang memungkinkan Indonesia untuk menjadikan negara-negara berkembang sebagai target untuk mengekspor mobil-mobil LCGC.


Di sisi lain, segmen mobil komersial  diprediksi  tumbuh 7.3% persen y-o-y mencapai 360,000 unit di tahun 2013 seiring dengan tumbuhnya ekonomi nasional.


 “Tingginya permintaan dari kegiatan ekonomi domestik seperti sektor retail dan manufaktur akan mendorong pasar truk/pick up, sementara pertumbuhan di sektor konstruksi dan pembangunan infrastruktur akan berdampak pada tingginya penjualan truk berat,” tambah Vaidya.


Segmen 4X2 akan tetap menjadi segmen terbesar mengacu pada perkembangan model-model yang diluncurkan pada tahun 2012, dimana sebagian besar model tersebut termasuk dalam kategori 4X2.


Namun demikian, Vaidya mengingatkan bahwa pencabutan subsidi BBM, kenaikan upah minimum dan pemberlakuan aturan uang muka (down payment) minimum pada pembiayaan otomotif diprediksi akan memberikan dampak negatif pada penjualan mobil baru di 2013.


Vivek mengungkapkan bahwa di tahun 2012 Indonesia berhasil mencapai rekor penjualan 1 juta unit. Namun Thailand yang merupakan pesaing utama Indonesia juga mencapai penjualan 1 juta unit dan kembali menduduki posisi pertama sebagai pasar otomotif terbesar di ASEAN pada tahun 2012.


Total Volume Industri Indonesia diperkirakan mencapai 1,116 juta unit, tumbuh 24,9 persen y-o-y. Pertumbuhan tersebut didorong oleh positifnya kondisi ekonomi domestik, ditundanya pembatasan pengunaan dan kenaikan harga BBM bersubsidi, meningkatnya daya beli masyarakat kelas menengah, serta diluncurkannya model-model mobil terbaru.


 “Pertumbuhan angka penjualan mobil di tahun 2012 dialami oleh semua segmen mobil penumpang, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen 4x2,” kata Vaidya.


Ia menambahkan bahwa segmen sedan kembali pulih setelah mengalami penurunan di tahun 2011 seiring dengan pulihnya pasokan komponen dari Thailand dan Jepang, yang kemudian mendorong penjualan kategori sedan kelas bawah dan menengah seperti Vios, City, Civic dan Camry.


Sementara itu, segmen 4x2 dan 4x4 mencapai pertumbuhan tinggi di tahun 2012 berkat diluncurkannya model-model terbaru oleh para produsen mobil dikedua segmen tersebut sejak akhir 2011. Model-model tersebut antara lain Toyota Avanza & Daihatsu Xenia, Honda CR-V facelift dan juga model-model terbaru seperti Suzuki Ertiga, Nissan Evalia, Mitsubishi Outlander, Chevrolet Spin serta Honda Brio.


Vaidya mengatakan bahwa pertumbuhan penjualan produsen-produsen mobil utama di Indonesia pada tahun 2012 berasal dari permintaan pasar yang cukup tinggi.


“Toyota tetap memimpin pasar dengan pangsa pasar mencapai sekitar 36persen, diikuti oleh Daihatsu diposisi kedua dengan pangsa pasar mencapai kurang lebih 15 persen dan berhasil kembali meraih pangsa pasar dengan peningkatan tertinggi berkat diluncurkannya model terbaru Avanza/Xenia di penghujung tahun 2011. Selain itu, segmen sedan dan hatchback Yaris juga berkontribusi pada penjualan Toyota di tahun 2012,” papar Vivek.


Suzuki memiliki pangsa pasar sebesar 11,3 persen di tahun 2012 dimana 1,1 persen dari pertumbuhannya didorong oleh tingginya penjualan model terbaru MPV yang baru diluncurkan, yaitu Ertiga.


Vaidya memaparkan bahwa Honda kembali meraih pangsa pasar sebesar 6,2 persen seiring dengan pulihnya pasokan komponen dan unit CBU dari Thailand dan diluncurkannya CR-V dan Brio.


Sementara, pangsa pasar Mitsubishi turun menjadi 13,3 persen di tahun 2012 dari 15 persen di 2011 sebagai akibat dari berubahnya fokus Mitsubishi dari segmen kendaraan komersial ke segmen kendaraan penumpang. Selain itu, Mitsubishi juga tidak meluncurkan produk baru yang signifikan sepanjang 2012.






You're reading an article about
Industri Otomotif Indonesia Diprediksi Tumbuh 7,5 Persen
This article
Industri Otomotif Indonesia Diprediksi Tumbuh 7,5 Persen
can be opened in url
http://beritamayoritas.blogspot.com/2013/01/industri-otomotif-indonesia-diprediksi.html
Industri Otomotif Indonesia Diprediksi Tumbuh 7,5 Persen

Title Post: Industri Otomotif Indonesia Diprediksi Tumbuh 7,5 Persen
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Berita mayoritas

Thanks for visiting the blog, If any criticism and suggestions please leave a comment

0 komentar:

Poskan Komentar